Aksi Damai, FMSB Minta Polda Sultra Proses Hukum Pembakar Replika Ali Mazi

373

KENDARI – Ribuan massa Forum Masyarakat Sultra Bersatu menggelar aksi damai dengan mengambil rute Eks MTQ menuju Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Mapolda Sultra), Senin (29/6).

Aksi damai tersebut berawal dari pembakaran replika pocong yang bertuliskan Ali Mazi yang dibakar oleh sejumlah elemen massa aksi terkait penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok pada 23 Juni yang berlangsung di Perempatan Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.

Dari pantauan media, aksi dari Forum Masyarakat Sultra Bersatu berlansung aman dan tertib. Sebanyak delapan orang perwakilan massa aksi dipersilahkan masuk kedalam Polda Sultra dan diterima oleh Karo Ops Polda Sultra Kombes Pol Drs Budi Wasono MH, Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Suswanto. Kemudian, Dir Krimsus Polda Sultra Kombes Pol Herry Try Maryadi, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan dan Kasubdit III Jatanras Kompol Subangi.

Kepada awam media, Koordinator Lapangan (Korlap) Forum Masyarakat Sultra Bersatu, Muhammad Daulat mendesak Kapolda Sultra untuk segera melakukan langkah hukum yang konkrit atas segala tindak penghinaan provokasi dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap pribadi Ali Mazi oleh individu, lembaga ataupun kelompok pada aksi 23 Juni lalu.

Pihaknya juga mengecam keras segala bentuk agitasi argumen dan penggunaan atribut yang identik dengan menonjolkan SARA untuk kepentingan politik dan kritik yang tidak beretika dan tidak konstruktif.

“ini dapat memicu konflik horizontal di kalangan masyarakat Sultra yang cinta damai dan menginginkan hidup tentram membaur dan penuh dengan kekeluargaan tanpa memandang status sosial,” ucapnya.

Dia juga mengajak masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tidak mudah terhasut dan terprovokasi dengan segala bentuk pernyataan yang sifatnya mengganggu persatuan dan kerukunan dan kedamaian masyarakat Sultra baik diucapkan secara verbal maupun tekstual melalui media apapun terutama yang paling rentan adalah melalui media sosial.

“Kami berharap semua pihak yang menjaga suasana damai dan tentram dengan mengedepankan sikap saling menghargai dan mengutamakan musyawarah mufakat dengan menggunakan argumentasi yang rasional akademis dan objektif dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada di Sultra,” terangnya.

Sementara itu Karo Ops Polda Sultra Kombes Pol Drs. Budi Wasono menyampaikan kepada delapan perwakilan unras bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait masalah penghinaan kepada Ali Mazi.

“Jadi jika ada yang mengetahui dan mempunyai bukti-bukti tentang hal tersebut silahkan koordinasikan pada kami. Jika ada permasalahan silahkan rundingkan pada kami dan mohon kerjasamanya,” pungkasnya. (p2/r6)