Sri Mulyani Cermati Efek Ping-pong Pandemi Covid-19

6
KELELAHAN. Petugas yang memakamkan Pasien Dalam Pengawasan di Samarinda, Minggu (3/5). (jpn)

 

JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 di Jakarta sudah mengalami penurunan. Namun, di luar Jakarta, jumlah kasus justru menunjukkan peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.

Demikian dia sampaikan saat rapat kerja virtual dengan Badan Anggaran DPR, Senin (4/5). Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menyampaikan pesan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengenai gelombang kedua Covid-19.

“Tadi (dalam ratas), Kepala Gugus Tugas sampaikan, jangan sampai Indonesia mengalami efek ping-pong. Jakarta turun, di luar Jakarta naik. Nanti, (orang) dari luar Jakarta masuk lagi (Jakarta naik lagi),” katanya.

Maka dari itu, lanjutnya, saat ini pemerintah pusat dan daerah serta pemangku kepentingan terkait sedang membahas cara penanganan di daerah masing-masing. Sri Mulyani memaparkan, per 3 Mei 2020, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 11.192 orang. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 1.876 orang.

Sebanyak 845 dinyatakan meninggal, sebanyak 22.123 orang berstatus PDP, dan sebanyak 223.120 orang berstatus ODP. Sebanyak 76.538 spesimen telah diterima dengan kasus negatif sebanyak 65.987 orang.

“Kalau kita lihat, dampak ekonominya karena sudah tersebar di 34 provinsi, ada 12.703 penerbangan domestik dan internasional di 15 bandara dibatalkan sepanjang Januari-Februari,” imbuh Sri Mulyani.

Kehilangan pendapatan di sektor layanan udara selama periode tersebut mencapai Rp 207 miliar. Sementara itu, pada Februari saja, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia turun 30 persen.

Perkirakan penurunan tingkat okupansi hotel dan potensi kehilangan devisa pariwisata mencapai 50 persen. Adapun Purchasing Manager Index pada April ada di level 27,5, turun dari posisi Maret di 45,3, dan menyentuh level terendah sejak 2011.

“Menurunnya PMI seiring dengan impor kuartal-I yang terkontraksi -3,7 persen,” tutur Sri Mulyani. Sebanyak lebih dari 2 juta pekerja yang di-PHK dan/atau dirumahkan. (klick/jpn)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU