Petani Terpukul, Harga Jagung di Muna Anjlok Hingga 50 Persen

95

RAHA,BERITA,KLICK.com- Wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) juga menghantam para petani jagung di Kabupaten Muna. Betapa tidak, harga jagung yang sebelumnya Rp 5 ribu per kilogram, kini anjlok diangka Rp 2.500 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman  Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, bersama seorang petani di Muna (Foto: Ist)

Diwawancarai jurnalis Rakyat Sultra, Kepala Dinas Pertanian Tanaman  Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi menjelaskan, anjloknya harga jagung ini disebabkan karena terganggunya mata rantai bisnis jagung saat ini yang disebabkan wabah pandemi Covid-19.

Ia melanjutkan, banyak pabrik yang mengolah jagung terpaksa harus mengurangi produksinya bahkan merumahkan karyawannya akibat wabah Covid-19 ini, sehingga ikut mempegaruhi permintaan jagung di pasaran. Demikian pula dengan peternakan ayam yang  mengurangi produksinya akibat wabah covid-19 turut mempengruhi permintaan jagung sebagai pakan ternak.

“Saat ini banyak hotel dan rumah makan yang tutup, harga daging ayam juga anjlok,”jelasnya.

Olehnya itu Dinas Pertanian Kabupaten Muna membuat strategi baru untuk melindungi petani jagung di Muna dengan menginstruksikan tunda jual hingga menunggu harga jagung membaik. “Kita prediksi harga jagung akan kembali baik pada bulan Juli mendatang,”kata Anwar Agigi.

Tunda jual kata Anwar juga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya krisis pangan akibat wabah Covid-19 ini dimnaa daerah-daerah dan negara penghasil beras juga mengalami bencana yang sama akibat Covid-19 ini.

“Ketika daerah-daerah ini lock down, kita di Muna masih memiliki stok pangan yang cukup,”ujarnya. (sra/klick)