Pengecualian Perjalanan Saat Pandemi, Hak Mendesak Tetap Terjaga

6
Menag Fachrul Razi (det)

 

BERITA.KLICK.Com-JAKARTA-Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mendukung kebijakan terkait surat edaran pengecualian perjalanan saat pandemi virus Corona. Namun, Fachrul menilai hak yang sangat mendesak dari warga tetap terjaga.
“Saya mendukung kebijakan terbaru Gugus Tugas Nasional COVID-19. Kebijakan tersebut berorientasi pada kemaslahatan agar hajat hidup masyarakat tetap terbuka sehingga keamanan dan kesejahteraan tetap terpelihara dalam proses penanganan COVID-19,” kata Fachrul seperti yang dilihat detikcom di laman web resmi Kemenag, Jumat (8/5/2020).

“Mudik tetap dilarang, namun hak-hak masyarakat yang sangat mendesak tetap terjaga, dengan tetap menerapkan aturan protokol kesehatan yang ketat,” sambungnya.

Fachrul mencontohkan terkait kematian atau orang yang sakit keras. Menurutnya, ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan NGO, serta masyarakat yang dihadapkan pada musibah tersebut memang perlu diberikan izin melakukan perjalanan.

Ia optimis kebijakan ini akan efektif dalam penanganan Corona dan sekaligus menjaga hajat hidup masyarakat. Sebab, kebijakan ini juga sudah didukung oleh instansi dan pejabat yang berwenang.

Namun dia menilai pemerintah juga tidak dapat berjalan sendiri. Partisipasi dan kedisiplinan yang tinggi dari seluruh elemen masyarakat juga akan sangat membantu percepatan penanganan dan pencegahan persebaran Corona.

“Mari kita terus berdoa, terutama di bulan Ramadhan yang mustajab dan tingkatkan kepedulian serta sikap solidaritas kepada sesama supaya bangsa ini dikaruniai kebaikan dan mampu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun pendidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menjelaskan terkait alasan tiba-tiba dikeluarkannya surat edaran (SE) pengecualian perjalanan di massa pandemi Corona. Kebijakan tersebut dikeluarkan untuk lebih memfokuskan pada percepatan penanganan Corona.

“Jadi ini sebenarnya prioritas utamanya adalah percepatan penanganan COVID-19 asal muasal surat itu, jadi SE ini prioritasnya adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan percepatan penanganan COVID baik masalah alat kesehatannya, mesin PCRnya, reagennya, spesimennya, perlengkapan APD, masker, semuanya, itu jadi prioritas.” kata Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo saat dihubungi, Rabu (6/5).(jpn)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU