Pembatasan Perjalanan Melalui Transportasi Laut Berakhir 31 Mei

55

 

Illustrasi

RAHA-Kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No.21/2020, untuk melakukan pembatasan perjalanan orang melalui transportasi laut dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) cukup ampuh mengurangi jumlah pemudik di musim lebaran idulfitri 1441 H/2020 M.

Plh Kepala Syahbandar Pelabuhan Nusantara Raha, Zamaluddin mengatakan, pembatasan perjalanan orang melalui transportasi laut akan berakhir pada tanggal 31 Mei mendatang.

“Surat Edaran ini akan berakhir tnggal 31 Mei mendatang. Apakah akan diperpanjang atau tidak, kami menunggu keputusan selanjutnya,” kata Zamaluddin.

Ia menyebutkan, ada sembilan poin peraturan yang harus dipenuhi oleh pemudik untuk bisa berlayar menggunakan kapal laut, diantaranya adalah harus mengantongi surat keterangan telah melakukan rapid test dan memiliki surat keterangan dari desa/kelurahan.

“Kalau masyarakat biasa, harus ada keterangan dari desa/kelurahan yang menyatakan tujuan keberangkatan. Bagi ASN atau karyawan perusahaan, harus ada surat tugas. Setiap penumpang juga harus memperlihatkan KTP dan mengantongi surat keterangan hasil rapid test. Jika tidak memenuhi sembilan poin itu, tidak diizinkan berlayar,” kata Zamaluddin.

Di Pelabuhan Nusnatara Raha, pihak Syahbandar tergabung dalam tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 bersama petugas keamanan, petugas Kesehatan dan BNPB Muna.

“Masing-masing punya tugas. Untuk surat keterangan kesehatan diperiksa oleh petigas kesehatan,” sebutnya.

Zamaluddin mengungkapkan, jumlah pemudik melalui kapal cepat dan kapal malam di Pelabuhan Nusantara Raha menurun drastis dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini, satu kali kapal berangkat atau datang sudah paling banyak 100 orang penumpang. Jumlah penumpang turun drastis, lebih dari 50 persen,” tambahnya. (sra/aji)