Parinringi Minta Semua Elemen Bersatu Disiplin Cegah Covid-19

22
Parinringi(ist)

 

KENDARI-Kepala Badan Kesbangpol Sultra Parinringi, SE, M.Si meminta seluruh eleman masyarakat untuk bersungguh-sungguh dan bekerja keras bersama sama pemerintah memutus penyebaran Covid-19.

Ini penting dilakukan, sebab menurutnya, tingkat kepedulian masyarakat masih rendah mengikuti imbauan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran covid-19.

Data pada hari Rabu, 13 Mei 2020 kasus positif covid-19 melonjak drastis di Sultra. Terdapat penambahan 91 kasus baru. Hingga hari ini, total kasus positif menjadi 167 orang.

91 kasus baru ini didominasi perjalanan dengan KM Dorolonda. Rinciannya, Bombana 60 orang, 59 diantaranya pelaku perjalanan dengan KM Dorolonda dan satu kasus sporadis. Kota Kendari empat belas orang, Wakatobi enam orang, semuanya pelaku perjalanan dengan KM Dorolonda.

Kabupaten Konawe empat orang, Konsel tiga orang, Koltim 2 orang. Ini adalah klaster Gowa yang kontak erat dengan kasus positif sebelumnya.

Melihat fenomena penambahan drastis ini, ada anggapan jika masyarakat Sultra belum disiplin mencegah covid-19. Itu pula yang dikatakan Plt Kepala Badan Kesbangpol Sultra, Parinringi SE, MSi.

“Ini sebetulnya hal yang kita tidak sangka-sangka. Semua ini menjadi perhatian kita semua. Saya menganggap masyarakat kita masih kurang disiplin. Meskipun pemerintah daerah melalui Tim gugus tugas bekerja maksimal bersama TNI dan Polri menerapkan protokol kesehatan penanganan covid-19, kalau tidak ada kesadaran masyarakat, semua kinerja itu akan sia-sia,” katanya dalam talk show mencegah covid-19 dengan tema mari senantiasa menjaga kemanan, ketertiban dan kehidupan demi ketahanan bangsa.

Talk show juga menghadirkan narasumber dari Polda Sultra yang diwakili oleh Kompol Agus Mulyadi, Kasubbid Penmas Polda Sultra, dan TNI diwakilkan Kapenrem 143/HO Mayor Arm Sumarsono.

Menurutnya demi ketahanan bangsa untuk memproteksi covid-19 ini, khususnya di Sultra, maka ada beberapa hal yang dilakukan selain imbauan menjaga jarak, gunakan masker dan cuci tangan. Perlu diantisipasi adalah batas wilayah Sultra, baik dalam maupun di luar.

“Melonjaknya kasus di Sultra baru-baru, karena kita kecolongan di pelabuhan. Makanya ke depan kita harus lebih ketat lagi terhadap warga pendatang atau yang baru tiba dari luar Sultra. Termasuk Bandara ke depan harus lebih ketat lagi pengawasan nya,” katanya.

Sementara itu Kompol Agus Mulyadi, Kasubdid Penmas Polda Sultra, menyayangkan masyarakat masih banyak yang tidak patuh dengan imbauan pemerintah.

“Boleh kita liat, sehari-hari Kota Kendari masih ramai. Pasar masih ramai, jalan-jalan juga masih ramai. Ini menjadi perhatian kita semua. Ke depan harus ada tes sampel swab dari pasar, sehingga kita waspada sejak dini,” katanya.
Bersamaan pencegahan covid-19 ini, Polda Sultra katanya menggelar tiga operasi. Ketiga operasi yang dilakukan ini juga bagian dari pencegahan covid.
Pertama, operasi Aman Nusa, operasi ini bergabung dengan tim gugus tugas yang dibentuk pemerintah, polisi terlibat dalam pembagian sembako atau apapun yang dilakukan pemerintah. Kedua operasi pekat anoa, tentang miras dan prostitusi. Ketiga operasi ketupat yang biasanya tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah lebaran, kali dimulai sejak 24 April 2020.

Sementara itu, Kapenrem 143/HO, Mayor Arm Sumarsono merasa kasihan kepada masyarakat yang tidak patuh dengan pemerintah.

“Perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Sultra bahwa saat ini kita berperang melawan covid-19. Musuh yang tidak berwujud. Kita tidak tau apakah teman kita sudah terpapar atau tidak. Musuh kita ini tak kelihatan. Karena itu, saya mengajak kita semua untuk patuh kepada imbauan pemerintah,” katanya. (klick/jid/ags/hum)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU