Melalui Talk Show, Ali Mazi Dipertemukan Gurunya yang Sudah Berumur 70 Tahun

Melalui Talk Show, Ali Mazi Dipertemukan Gurunya yang Sudah Berumur 70 Tahun

443

KENDARI,BERITAKLICK.com- Kenangan Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH, seketika kembali terbangun untuk mengenang masa-masa ia menempuh pendidikan.

Melalui acara talk show yang digagas, Dikbud Sultra, Rakyat Sultra, Sultra TV, rakyatsultra.com, dan beritaklick.com dengan mengangkat tema “Menjadi Pribadi yang Baik di Hari yang Fitri”.

Gubernur Sultra yang menjadi nara sumber pada talk show tersebut, pada sesi Tanya jawab mendapat kejutan. Bagaimana tidak, pendidik yang pernah mendidik Gubernur Sultra saat kuliah S1 hadir melalui daring dengan mengajukan pertanyaan kepada mantan muridnya.

“Asalamualaikum,pa gub. Saya bahagia masih bias menyaksikan anak didik saya untuk menjadi orang nomor satu di Sultra. Saya titip pesan, tolong guru-guru honorer karena mereka garda terdepan dalam mendidik putra-putri bangsa,”kata mantan guru Gubernur Sultra Pak Jack Arung Raya.

Mendengar pertanyaan tersebut, Ali Mazi menyampaikan rasa syukurnya. Pasalnya, mantan gurunya tersebut kini sudah berusiah sepuh.

“Alahamdulillah, ini pa Jack adalah guru saya. Saya bersyukur masih bisa disaksikan guru saya untuk menjadi gubernur. Artinya Pa Jack masih bias menyaksikan muridnya menjadi orang bermanfaat bagi sesama,”ungkap Ali Mazi

Kata Ali Mazi, petuah-petuah yang dijarkan gurunya tersebut menjadi bekal bagi dirinya dalam mengarungi kehidupan. Sat hal yang diingat ajaran dari pa Jack yakni soal kepatuhan

“Kalau ingin jadi orang sukses maka jadilah pribadi yang patuh. Termasuk, saat ini kalau kita ingin melewati masa-masa pandemic Covid-19, maka harus patuh terhadap imbauan pemerintah dan juga tokoh-tokoh agama,”tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Prov Sultra, Drs Asrun Lio, M.Hum, Ph.D yang turut menjadi nara sumber mendampingi Ali Mazi menekankan kepada tenaga pendidik dan juga para siswa untuk tetap menjadi pribadi yang baik, apalagi momentum ramadan harus mengubah pribadi setiap insan menjadi lebih baik lagi.

Di tengah pandemi, kata Asrun, yang tidak memungkinkan proses belajar mengajar tatap muka, maka tenaga pendidik harus berupaya tetap memberikan dan menunjuhkan arah kepada anak didiknya untuk tetap berbuat baik dan berkreasi meski di tengah keterbatasan. (wan)