Gegara Minta Fulus, Telkom Pastikan Layanan Indihome Batal Hadir di Konut

4.255

KENDARI,BERITA.KLICk.com- Buntut beredarnya percakapan via telepon antara Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Kabupaten Konawe Utara (Konut) dengan karyawan Telkom yang diduga minta uang pelicin.

Oknum ASN yang diketahui berinisial NA ini, meminta uang sebesar Rp 17.4 Juta kepada pihak Telkom yang akan melakukan survei bentangan optik PT. Bangtelindo di Konut.

Biaya ini dimaksudkan untuk memperlancar proses proyek yang akan dilaksanakan oleh BUMN pemerintah tersebut.

Dalam anggaran puluhan juta tersebut, dapat dirincikan sebagai berikut, biaya perjalanan selama dua hari untuk tiga orang karyawan Kominfo dihargai sebesar Rp 3,9 juta.

Kemudian biaya akomodasi perjalanan dua hari biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) Rp 1 juta dan biaya administrasi rekomendasi dari tiga dinas yakni Dinas Kominfo Rp 2.5 juta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rp 5 juta dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Rp 5 juta.

Tidak berhenti disitu saja, ASN ini juga mengarahkan karyawan Telkom yang berbicara dengannya untuk mengurus retribusi, besarannya disesuaikan dengan Rancangan Anggaran Belanja dari proyek Telkom tersebut.

GM Telkom Witel Sultra Alimuddin menanggapi hal tersebut, Kata dia telkom ini tidak hadir di konut saja namun di seluruh indonesia. seharusnya Pemkab Konut tidak melakukan aturan berbeda dengan daerah lain,

“Jangan kita melakukan aturan yang berbeda dengan pemerintahan yang lain, kita di tertawakan mas oleh seluruh anak bangsa kalau berbeda. Aturan ini sama di seluruh indonesia, dan sejak dulu tidak ada masalah dengan kabupaten lain,” ucapnya.

Lanjut Alimuddin mengatakan kehadiran telkom ini bukan semata mata bisnis tapi agent Pembangunan, karena Telkom hadir walaupun daerah terpencil,

“Mana ada provider swasta yg mau hadir di daerah terpencil , dan ingat Telkom itu BUMN milik negara, aturan dari negara,” tegasnya

Alimuddin menegaskan kembali jika pemerintah Konut tidak ingin Telkom ada di Konut, pihaknya akan prioritaskan kabupaten lain di Sultra

“Jujur kalau pemerintahan Konut melarang kita gelar, yakni Fiber optik indiehome di Konut, ya kami tidak gelar. Nantinya kami pindahkan ke kabupaten lain yang hampir semua sangat mengharapkan dan minta setiap saat,”tegasnya.

Dari 17 kabupaten kota, yang belum ada fiber optiknya  hanya Konut . Untuk Kabupaten Konawe Kepulauan, Insya Allah bulan ini, kabupaten Buton Tengah awal mei sudah live. Sedangkan Buton Utara dan Muna Barat sementara on progres, ” katanya (p2/b/wan)

 

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU