Baner bawah Menu

Cegah Covid-19, KSOP Kelas ll Kendari Perketat Pengawasan

11

 

Calon penumpang kapal laut terlebih dahulu harus melakukan check point di Posko Tim Gabungan di terminal Pelabuhan Nusantara Kendari.

KENDARI, BERITAKLICK.com – Kantor Syabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas ll Kendari bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperketat pengawasan penumpang guna mencegah penyebaran virus Corona.

Tim gabungan, kemarin (20/5) melakukan pemenuhan persyaratan penumpang terhadap 120 calon penumpang Bahari Express. Mereka menjalani rapid test di ruang Check Point Kesehatan Pelabuhan Nusantara Kendari.

Kepada awak media, Kepala Kantor Syabandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas ll Kendari, Letkol Marinir Benyamin Ginting menuturkan, pemeriksaan yang dilakukan tidak lain untuk memastikan kondisi kesehatan calon penumpang.

Alhasil, 120 calon penumpang dinyatakan non reaktif dan diperbolehkan berangkat.

“Hasil rapid test terhadap 129 calon penumpang. Alhamdulillah semua hasilnya non reaktif,” ujar Benyamin saat meninjau langsung Penerapan Protokol Kesehatan.

Dirinya mengungkapkan, pemeriksaan rapid test tidak hanya dilakukan di Pelabuhan Nusantara Kendari. Namun, juga berlaku disemua pelabuhan yang ada di Kota Kendari.

Artinya, setiap penumpang yang ingin berangkat menggunakan kapal laut wajib mengikuti rapid test, untuk memastikan terbebas dari virus mematikan Covid-19. Jika memenuhi persyaratan calon penumpang akan dilengkapi stempel Covid-19 ditangannya.

“Jelasnya, jika ada calon penumpang yang hasilnya rapid testnya reaktif, maka tidak perkenankan untuk melakukan penyeberangan,” tutur periwira TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir tersebut.

Tercatat ada sembilan point persyararatan yang wajib dipenuhi calon penumpang diantaraya, memperlihatkan KTP, suket bebas dari Covid-19 berdasarkan hasil rapid test di oleh tim gabungan pelabuhan.

Selanjutnya, surat tugas bagi ASN, TNI maupun Polri yang ditanda tangani minimal pejabat setingkat eselon dua. Surat tugas bagi pegawai BUMN, BUMD atau karyawan perusahaan yang ditandatangani direksi atau kepala kantor dan surat keterangan dari Badan Perlndungan Pekerja Migran Indonesia atau perwakilan RI di luar negeri (bagi penumpang dari luar negeri). (r6/b/wan)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU