Berani Korupsi Anggaran Penanganan Covid-19, Hukuman Mati Menanti

19
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan.

 

BERITA.KLICK.Com.MAKASSAR-Wabah covid-19 di Kota Makassar mesti diberantas. Begitu pun para koruptor yang berani memangkas anggaran tersebut untuk kepentingan pribadinya.

Tidak akan ada lagi kesempatan untuk hidup bagi para koruptor. Ancaman hukuman mati menanti bagi para pelaku.

“Setiap orang yang melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana yang diperuntukkan bagi bencana nasional, dapat dijatuhkan pidana mati,” tegas Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan, Sabtu (9/5/2020).

Dasar hukum pidananya sudah jelas, dan telah memiliki payung hukum yang tetap. Kata Yudhiawan, hal tersebut sesuai dengan Pasal 2 ayat (2) UU Nomor 31 Tahun 1999.

Dalam pasal itu menjelaskan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“UU tersebut menjelaskan tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” tambah Yudhiawan.

Kota Makassar saat ini masih gencar membasmi wabah covid-19. Pemerintahan dibawah kepemimpinan Iqbal Suhaeb itu, telah menyiapkan anggaran selama masa pandemi tersebut.

Anggaran penanganannya mencapai Rp700 miliar lebih. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya.

“Data dari Kementerian Keuangan anggaran penanganan covid-19 Kota Makassar, sebanyak Rp700miliar lebih. Sementara data dari Pj Wali Kota Rp400 miliar lebih. Ada pun, data yang masuk di Badan Anggaran (Banggar) baru Rp260 miliar. Atas dasar inilah sehingga kita bersepakat membentuk Pansus,” kata Ketua Fraksi Golkar Wahab Tahir, di gedung DPRD Kota Makassar. (klick/fjr)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU