Warga Diminta Salat Tarawih di Rumah

3
Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad saat membacakan imbauan Satuan Tugas Infokom dan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara tentang panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi wabah virus Corona atau Covid-19. (Klick/Seplin)

 

KENDARI – Satuan Tugas Infokom dan Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara mengeluarkan imbuan tentang panduan ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi wabah virus Corona atau Covid-19.

Dalam imbauan tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah. Selain itu, sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti serta tidak perlu melakukan sahur on the road atau buka puasa bersama.

Satgas juga mengimbau umat Islam agar salat tarawih dilakukan secara individual atau berjemaah bersama keluarga inti di rumah. Selanjutnya, tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran.

Imbauan tersebut turut ditandatangani Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad, Pelaksana Harian Kepala Biro Kesra dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Sultra Musdar, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra KH Djakri Napu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sultra Muslim, Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sultra M Hasby Saing, dan perwakilan Dewan Masjid Indonesia Sultra Daryodi, serta perwakilan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sultra.

Selain imbauan itu, satgas juga meminta agar buka puasa bersama baik yang dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushala, ditiadakan. Begitu pula dengan peringatan Nuzululquran dalam bentuk seremoni.

Nantinya, kegiatan Nuzululquran dalam bentuk seremoni, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun mushala ditiadakan. Satgas mengimbau selama masa pandemik virus Corona pada bulan Ramadan dan Idulfitri, umat muslim juga diimbau untuk tidak melakukan salat tarawih keliling, iktikaf di masjid atau musala, takbir keliling, dan pesantren kilat terkecuali dilakukan melalui media elektronik. Selain itu, umat muslim juga diminta untuk tidak salat Idulfitri berjemaah di masjid atau di lapangan, serta halalbihalal dalam bentuk seremoni.

Selain itu, satgas juga mengimbau kepada segenap umat muslim agar segera membayarkan zakat hartanya yang telah memenuhi nisab dan haul sebelum Ramadan sehingga bisa terdistribusi lebih cepat kepada penerima zakat (mustahik). Kemudian, pengumpulan zakat fitrah dan/atau zakat, infaq dan sedekah yang dilaksanakan oleh organisasi pengelola zakat, panitia pengumpul zakat fitrah yang berada di masjid, musala, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat agar meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan/atau membuka gerai di tempat keramaian, dan dapat diganti dengan melakukan sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra, Fesal Musaad mengatakan imbauan yang dikeluarkan oleh satgas punya dasar hukum yang jelas. Selain Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020, ada juga Keputusan Gubernur Sultra Nomor 234 Tahun 2020 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia, dan imbauan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sultra.(Klick/rir/hdi/hum)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU