Terjadi Transmisi Lokal, Lima Positif Covid-19 di Muna Tersebar di Tiga Kecamatan

1.522

 

RAHA,BERITAKLICK.COM- Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya transmisi lokal penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Muna akhirnya terjadi.

Rabu (29/4/2020), juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muna, dr La Ode Ahmad Wahid,Sp.PD mengumumkan ada tambahan lima orang warga Muna yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Real-Time PCR dari sampel swab nasoorofaring (NOF) tanggal 22 April lalu.

Jumlah ini menambah panjang daftar nama-nama warga Muna yang positif terjangkit Covid-19 yang kini sudah mencapai angka 12 orang, yang sebelumnya hanya tujuh orang. Disebutkan dr Wahid, lima orang warga Muna yang positif adalah Perempuan (69), Laki-laki (18), laki-laki (45), perempuan (40) dan perempuan (46).

Wahid mengungkapkan, lima orang warga Muna yang positif ini adalah mereka yang memiliki kontak erat dengan tujuh warga Muna yang lebih awal divonis positif Covid-19.

“Lima orang ini memiliki kontak erat dengan tujuh pasien positif sebelumnya,”tegasnya.

Wahid menyebutkan, berdasarkan hasil tracing dari tujuh pasien positif Covid-19, ditemukan 52 orang, lima diantaranya dinyatakan positif.

“Dari 52 orang ini baru 50 orang yang keluar hasilnya. Dua orangnya menyusul, yakni RB (65) dan Nn AS (24),”sebutnya.

Kelima warga Muna yang positif ini kata dr Wahid tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kabangka, Katobu dan Batalaiworu. Saat ini kelima pasien Covid-19 ini telah diisolasi di ruang isolasi RSUD Muna selama 14 hari kemudian, bersama tujuh pasien Covid-19 yang lebih awal masuk ruang Isolasi tanggal 19 April.

Wahid menerangkan, kondisi kelima pasien ini tidak menunjukkan gejala klinis gangguan kesehatan, seperti batuk, flu dan sesak.

“Kondisi kesehatannya baik, tidak ada yang mengeluhkan sakit. Di ruang isolasi kami beri asupan vitamin, gizi seimbang dan diberi obat anti virus,”paparnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan kesadaran para pasien datang sendiri ke RSUD Muna setelah diberi informasi hasil pemeriksaan dari balai besar laboratorium Makassar.

Kelima pasien ini selanjutnya akan menjalani tes Swab pada 14 dan 15 hari mendatang untuk memastikan kondisi kesembuhannya.

“14 dan 15 hari kedepan akan dilakukan swab untuk memastikan kesembuhannya. Seseorang dinyatakan sembuh ketika swab berikutnya sebanyak dua kali dinyatakan negatif,”jelas Wahid.

Lebih jauh Wahid menjelaskan, ke 12 pasien Covid-19 yang ada di Muna saat ini terkait dengan kegiatan keagamaan GPIB yang diselenggarakan di Kota Raha tanggal 3-6 Maret lalu.

“Kasus ini masih terkait kegiatan keagamaan GPIB, karena hasil pemeriksaa seluruh ODP yang ada di Puskesmas dan klaster Lambelu, belum ada yang kami temukan positif sampai saat inu,”terangnya.

Menyikapi hal ini tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Muna, Dinas Kesehatan dan IDI akan membuat strategi baru penanganan Covid-19 dengan memfokuskan pemeriksaan kepada orang-orang terkait kegiatan GPIB dan pesta keluarga di Jl Sukowati Kelurahan Laende Kecamatan Katobu tanggal 12 Maret lalu, sebab salah seorang pasien positif Covid-19 merupakan tuan rumah pesta tanggal 12 Maret tersebut.

“Kita harus berbuat untuk mengejar kontak erat dan kurang erat dari kegiatan GPIB dan kegiatan pesta,”tekannya.

Dengan strategi penanganan Covid-19 yang diterapkan di Muna dan melihat kondisi kasus yang ada, dr Wahid berkeyakinan, penambahan jumlah pasien Covid di Muna semakin hari akan semakin mengerucut, dan berharap tidak ada lagi kasus tambahan.

Jenar terbukti, hal ini akan membantah prediksi ahli epidemologi bahwa di Muna akan ditemukan 175 kasus Covid-19 pasca ditemukannya tujuh kasus di Muna yang cukup menggemparkan Sulawesi Tenggara.

“Mari kita berdoa dan mengikuti instruksi pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 ini, jangan kucilkan pasien Covid-19, karena mereka adalah tokoh-tokoh pemutus mata rantai Covid-19,”pintanya. (sra/b/klick)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU