Tambahan Satu Kasus Covid-19 Kota Kendari, Bukan Klaster Lapas dan Kejaksaan

231

 

KENDARI,BERITA,KLICK.COM- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan wabah virus COVID-19 Kota Kendari, dr. Alghazali Amirullah menyampaikan klarifikasinya, terkait warga Kota Kendari berjenis kelamin pria, yang positif mengidap Covid-19.

Dalam klarifikasinya, Alghazali menyampaikan, satu tambahan kasus positif Covid-19 tersebut, merupakan pria berusia 52 tahun. Selain itu, dia berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) warga Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Kami mohon maaf atas kesalahan ini, dan kami ingin mengklarifikasi terkait berita yang kami sampaikan pada rabu (29/4/2020) sore. Dimana ASN berusia 52 tahun yang terkonfirmasi positif kami sebutkan berasal dari klaster Lapas dan Kejaksaan. Sesungguhnya tidak termasuk dalam klaster tersebut dan bukan dari klaster baru,”ucapnya.

Kemungkinan, tambah dia, pasien tersebut hasil dari transmisi lokal atau mendapatkan di daerah Kota Kendari, karena itu Tim Gugus Tugas Penanganan pencegahan wabah virus COVID-19 Kota Kendari akan melakukan tracking dan melakukan survey lanse yang lebih maksimal.

Sebelumnya, Algazali mengungkapkan pasien berjenis kelamin laki-laki (52) asal Kecamatan Mandonga tersebut masuk dalam klaster baru, yakni klaster Lapas dan Kejaksaan. .

Namun hal itu dibantah oleh Asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Dian Friss Nalle SH, menegaskan bahwa dari hasil rapid test jajaran Kejaksaan Tingginggi hasilnya negatif .

“Kami tegaskan tidak ada pegawai kami yang positif Covid-19. Jadi pemberitaan yang beredar bahwa ada yang positif Covid-19 dilingkungan Kejaksaan itu tidak benar,”paparnya.

Dari beberapa kali rapid test yang di lakukan, sambung dia, seluruh jajaran Kejati Sultra, hasilnya negatif. (P2/b/wan).

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU