Stok Darah di PMI Aman

3
Ilustrasi

KENDARI – Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara memastikan stok darah aman sampai tiga hari kedepan.
Hal tersebut diungkapkan langsung, Direktur UTD PMI Sultra dr Liya saat dimintai keterangan wartawan Harian Rakyat Sultra, Selasa (7/4) melalui telepon genggamnya.
Meskipun memang. kata dia, beberapa hari lalu stok darah di bank darah PMI sempat menipis mengigat kurangnya instansi maupun masyarakat yang mendonorkan darahnya ditengah imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.
“PMI itu tugasnya menyediakan stok darah untuk kebutuhan masyarakat Sultra. Jadi rata-rata rumah sakit itu permintaan darahnya ke sini,” katanya.
Dirinya mengatakan, kebutuhan darah itu sampai 1.500 kantong dalam sebulan. Artinya, dalam satu hari itu harus ada 50 kantong darah. Untuk mendapatkannya PMI melakukan kegiatan donor darah bekerjasama dengan instansi pemerintahan.
Namun, kata dia, disaat-saat merebaknya Covid-19 sejumlah kegiatan donor darah dengan beberapan instansi mau tidak mau harus dibatalkan sehingga berujung pada menurunnya stok darah.
“Akibat corona, aksi donor darah beberapa instansi kita cancel. Jadi memang beberapa minggu terakhir itu krisis dan langka,” ungkapnya.
Liya menerangkan, jika biasanya sehari bisa mendapatkan 100 kantong darah, kini turun sampai 70 persen akibat wabah Covid-19 (virus Corona). Untung saja, pihaknya bergerak cepat bersurat kebeberapa instansi pemerintah. Alhasil, Kodim 1417/Kendari merespon cepat dan berpartisipasi melakukan aksi nyata donor darah, Senin kemarin.
“Alhamdulillah yang baru direspon Kodim Kendari dan terkumpul 150 kantong darah. Insyaallah sampai beberapa hari ke depan stoknya aman. Besok itu di Korem. Meskipun banyak kumpulan orang, tapi kita tetap mengikuti himbauan. Ada protap pada saat wabah seperti ini, aksi donor darah tetap kita upayakan bisa berjalan,” cetusnya.(Klick/r6/b/Hum).

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU