Rutan Unaaha Bebaskan 49 Narapidana Ditengah Pandemi Covid-19

4
Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Herianto, (kemeja putih) saat memberi arahan kepada 49 narapidana yang akan menjalani proses asimilasi rumah.(Ashry/Klick)

 

UNAAHA – Untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 di rumah tahanan (Rutan) kelas llB Unaaha, 49 narapidana (Napi) dibebaskan.

Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Herianto saat dikonfirmasi Rakyat Sultra, Senin (6/4) mengatakan bahwa ia telah membebaskan 49 Napi pada Kamis malam (2/4). Kata dia, ke 49 Napi tersebut dibebaskan secara bersyarat sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI (Permen) Nomor 10 tahun 2020 tentang pelaksanaan asimilasi rumah bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan Covid-19 di Lapas maupun Rutan.

“Yang kami bebaskan itu, Narkoba dua orang itupun pidana satu tahun saja, yang memenuhi syarat dan 47 lainnya merupakan pidana umum (Pidum),” ungkapnya.

Dijelaskan, Kemenkumham RI secara serentak telah membebaskan sekira 30 ribu narapidana yang memenuhi syarat sebagai langkah antisipatif penyebaran Covid-19 di dalam Lapas maupun Rutan. Ke-49 Napi tersebut resmi dirumahkan usai melakukan teleconference rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III Dewan Perwalilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) semalam.

“Jadi yang dirumahkan itu napi yang sudah menjalani masa hukuman dua pertiga tahun ini,” jelasnya.

Meski sudah dibebaskan untuk tinggal bersama keluarga di rumah, Herianto menegaskan bahwa sewaktu-waktu narapidana tersebut bisa saja jebloskan kembali ke dalam Rutan untuk menjalani sisa masa hukuman.

“Masa tahanan meraka belum berakhir hanya dirumahkan. Kalau mereka melakukan pelanggaran hukum, ya kita tarik masuk,” pungkasnya. (Klick/Cr2/b/hum)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU