Rentan Terpapar, Dinas Kominfo Sultra Rapid Tes 50 Wartawan

4

 

 

Para wartawan ikut rapid tesCovid-19.

KENDARI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemprov Sulawesi (Sultra), melakukan pemeriksan rapid tes (tes cepat) corona virus disease (COVID-19), terhadap puluhn wartawan yang ada di Kota Kendari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kominfo Sultra Syaifullah mengatakan, rapid tes yang diselenggarakan Dins Kominfo merupakan langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 tersebut, yang saat ini tengah mewabah di tengah masyarakat.

“Jadi sengaja kami dari Kominfo melakukan (rapid tes) agar teman-teman wartawan deteksi dini. Jangan ada wartawan yang positif covid-19. Oleh karena itu kita deteksi disini supaya wartawan clear and clean,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, profesi jurnalis menjadi salah satu yang masuk kategori rentan terpapar COVID-19. Pasalnya, banyak wartawan yang tetap bekerja di luar rumah di tengah pandemi ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes Sultra Hj Kartina Razak mengatakan, dari hasil tes cepat COVID-19 yang dijalani oleh 50 orang wartawan di kota itu hasilnya dinyatakan negatif.

“Dari hasil screening yang sudah kita lakukan, maka berdasarkan hasil pemeriksaan itu sebanyak 48 sampel yang diperiksa (jurnalis) yang menunggu sementara on proses (dua orang), dan Alhamdulilah semuanya negatif,” paparnya, di hadapan puluhan jurnalis, Selasa (7/4).

Kartina Razak juga menyampaikan bahwa , walaupun seseorang sudah melakukan deteksi dini dan sudah mengetahui statusnya, tapi ia meminta jangan terlalu senang, namun tetap melakukan pencegahan, melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta melakukan gerakan hidup bersih dan sehat.

Apa yang dilakukan hari ini, merupakan salah satu langkah yang efektif dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona sehingga nanti kita tidak akan tertular dan bisa memutuskan rantai penularan Covid-19 di Sultra.

“Diharapkan agar masyarakat tidak perlu takut dan panik dengan adanya kasus (positif corona) justru dengan adanya kasus kita dapat obati, sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan. Jadi kita deteksi, kita temukan, kita obati,”tutupnya. (Klick/wan/hdi/hum)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU