Polisi Panggil Kadis Pertanian Konawe, Atas Dugaan Kasus Pengadaan Alat Pemotong Padi

712

KONAWEBERITA.KLICK.COM- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Syahruddin, Rabu (29/4/2020) menghadiri panggilan penyidik Tipikor Polres Konawe soal kasus pengadaan alat bantuan pemotong padi dari Kementerian di Ahir Desember 2019 lalu.

Kasat Reskrim Polres Konawe IPTU Husni Abdah mengungkapkan, baru-baru ini pihaknya menerima laporan dari seorang LSM yang di kuasakan oleh salah satu kelompok tani di Konawe. Berdasarkan keterangannya mereka menerima bantuan satu unit alat pemotong padi merk Inari Combine Harvester Besar dari Kementerian.

Kemudian dalam pengaduan tersebut, kata Husni, mereka (kelompok tani red) diminta oleh pihak Dinas Pertanian untuk diserahkan dulu ke Dinas untuk di verifikasi. Karena sudah tiga bulan lebih alat tersebut berada di Dinas terkait makanya pihak kelompok tani mengadukan hal tersebut di Polres Konawe.

 

Alat pemotong padi yang diadakan oleh Dinas Pertanian Konawe

“Kalau soal pemalsuan dokumen kita masih selidiki, karena masih simpang siur beritanya. Yang jelas kami masih terus perdalam kasus ini. Karna laporannya memang masih baru. Kita sudah periksa dari kelompok tani, kemudian pihak pelapor, dan juga dari dinas terkait yakni Kepala Dinas,” ucap Husni dihadapan awak media di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Syahruddin saat ditemui usai diperiksa oleh penyidik, menyampaikan bahwa Ini dalam rangka memberikan keterangan tentang alat pemotong padi yang lalu ditujukan ke kelompok tani yang ada di Konawe.

“Jadi masalahnya ini masalah tata proseduralnya. Seharusnya barang ini datang dulu di Dinas Pertanian, kemudian dilengkapi administrasinya, artinya prosedur administrasinya kita selesaikan dan kita kirim kembali ke pusat,” jelasnya.

Namun kenyataannya alat tersebut tiba di Konawe, prosedur administrasinya sudah diselesaikan ditengah jalan alias di palsukan dokumennya. “Nanti setelah kementerian menyampaikan ke kami baru kami tau ternyata ada barang dari kementerian. Makanya kami tarik dulu di Dinas Pertanian,” tambahnya. (Cr2/b/wan)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar