Penanganan Covid-19 Berbasis Teknologi

34

 

Dr. La Agusu. M.Si

BERITA.KLICK.COM- Covid-19 memang terus dipelajari. Laporan WHO, studi di Belanda dari 7000 pasien yang diambil darahnya hanya 3% yang menunjukkan terbentuknya antibodi. Itu studi awal semoga makin meningkat. Artinya rapid test dengan berbasis antibodi hanya akan bisa mengukur 3 % dari angka sesungguhnya. Kalau akurasi alat rapid tes seperti dilaporkan hanya 30%, artinya rapid test covid-19 hanya akan mengukur 0,9 % dari jumlah orang yang semestinya positif. Jadi pengadaan alat PCR harus terus menjadi prioritas untuk mendapatkan pengetesan covid-19 dengan akurasi tinggi.

Mudah2an kita yang dari daerah tropis secara genetis punya respon antibodi lebih tinggi dibanding orang Belanda yang menjadi sampel hasil rilis WHO.

Jadi skenario herd immunity yang mana tubuh akan mengalahkan virus corona-SARS-2 untuk sementara angkanya hanya 3 persen dari orang terinfeksi. Itu pun menurut laporan dari China waktu pembentukan antibodi berkisar antara 2 – 35 hari. Artinya jika covid-19 berakhir pada pertengahan Juni maka untuk amannya harus tambah 35 hari lagi baru protokol covid-19 baru bisa dilonggarkan.

Kita optimis bahwa covid-19 akan berakhir pada pertengahan Juni 2019 sebab data yang masuk mengikuti jalur garis biru yang perkiraan total positif pada akhir periode sekitar 15.000. Data yang masuk sampai hari ini tidak mengikuti jalur garis berwarna hitam yang akan meledakkan jumlah kasusnya.

Mari jangan kendor tetap disiplin untuk tinggal di rumah.
Dukung pemerintah menertibkan orang2 yang mudik dan nekad mengadakan perkumpulan dengan alasan apapun dalam jumlah besar. Supaya kita bisa segera bebas.

 

Hasil kajian kami menunjukkan bahwa jika skenario saat ini dipertahankan data covid-19 akan mengikuti garis warna biru yang kemungkinan akan berakhir pada pertengahan Juni. Jumlah total positif terkonfirmasi sekitar 15.000 orang pada bulan Juni.

Lagi-lagi kita harus meniru China. Mereka membuat aplikasi khusus menggunakan hp untuk memonitor pergerakan dan identifikasi status covid-19 masing2 penduduk Wuhan. Monitoring pasca infeksi juga penting. Semua data itu menjadi informasi penting utk merumuskan strategi jangka panjang. Jadi kita harus menyadari bahwa covid-19 masih hal baru dan misteri. Apa yang kita ketahui saat ini mungkin baru sebagian kecilnya saja. Pemerintah juga harus memikirkan hal yang sama yakni orang2 yang terjangkit covid-19 meski sudah sembuh harus dimonitor menggunakan aplikasi tertentu yang smart. Mungkin mirip dengan yang di China.

Dahlan Iskan sudah mengangkat tema ini yakni seorang mileniah Ahmad Alghozi Ramadhan yang membuat aplikasi untuk memonitor pergerakan ODP di Provinsi Bangka Belitung. Pemerintah pusat harus mengadopsi teknologi tsb dalam jangka panjang. Memang agak menggelikan sebab selama ini ilmuwan menangkapi ikan hiu di samudra dan dipasangi pemancar khusus pada siripnya yang melemparkan sinyal ke satelit untuk memonitor pergerakannya. Dalam batas2 tertentuk kita manusia sebetulnya sudah seperti ikan hiu oleh aplikasi telepon seluler. Para sopir grab dan penumpangnya bisa dimonitor.

Hikmah lain dari covid-19 adalah penguatan kembali masa depan teknologi baru yang disebut wearable electronics. Piranti elektronik yang melekat pada pakaian atau tubuh manusia. Di masa datang suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah kadar kolesterol, tingkat stress, dll akan direkam oleh alat yang menyatu dengan baju atau kulit, atau bahkan ditanam di bawah kulit kita.

Covid-19 dikirim oleh tuhan tidak hanya untuk mendinginkan dan membersihkan bumi atau istilah pak Arif Satria rektor IPB dalam tulisannya sebagai install ulang alam semesta dan perilaku kita. Covid-19 juga rupanya akan membuat banyak teknologi yang saat ini masih dalam R&D akan segera menemukan pasarnya seperti wearable electronics. Big data yang saat ini dan di masa datang menjadi sarana pengambilan keputusan berbagai sendi kehidupan memerlukan alat pengumpul data yaitu teknologi seluler dan wearable electronics.

Ujung dari semuanya ternyata sebagiannya menguntungkan Microsoft Inc. Jangan heran jika Bill Gates salah seorang yang paling bersemangat dengan momen covid-19 ini.

Kita optimis bahwa covid-19 akan berakhir pada pertengahan Juni 2019 sebab data yang masuk mengikuti jalur garis biru yang perkiraan total positif pada akhir periode sekitar 15.000. Data yang masuk sampai hari ini tidak mengikuti jalur garis berwarna hitam yang akan meledakkan jumlah kasusnya.

Mari jangan kendor tetap disiplin untuk tinggal di rumah.
Dukung pemerintah menertibkan orang2 yang mudik dan nekad mengadakan perkumpulan dengan alasan apapun dalam jumlah besar. Supaya kita bisa segera bebas.  (klick/wan)

 

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU