Pemeriksaan Perbatasan Mubar-Muna Diperketat

4
Bupati Mubar La Ode M Rajiun Tumada saat memantau posko gugus tugas Covid -19 Tripika Kusambi diperbatasan Mubar dan Muna (Klick/Muhammad Ery)

 

LAWORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) tak ingin lengah melawan Covid-19. Jalur-jalur strategis yang menjadi arus masuk dan keluarnya transportasi terus diintensifkan pemeriksaannya, utamanya dijalur perbatasan Mubar dan Muna induk.

Disana, pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan masif dilakukan. Bupati La Ode M Rajiun Tumada pun, intens melakukan patroli terhadap gugus tugas penanganan virus berbahaya tersebut.

Bupati Mubar, La Ode M Rajiun Tumada mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan diperbatasan, akan terus dilakukan hingga bencana virus corona benar-benar dinyatakan aman. Ia sedikitpun tak ingin bersantai-santai dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang dikenal Corona itu. Makanya, petugas medis yang masuk sebagai tim, harus standby setiap saat ditapal batas.

“Kita tak boleh lengah terhadap virus. Berbagai upaya kita harus lakukan utamanya pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan,” kata Bupati La Ode M Rajiun Tumada, saat memantau gugus tugas Tripika penanganan Covid-19 di tapal batas, Selasa (7/4).

Ia mengaku, pemeriksaan di tapal batas ini, menjadi areal masuknya masyarakat. Baik itu, warga Muna ke Mubar ataupun sebaliknya.

Makanya, aktifitas yang dilakukan masyarakat, tetap menjadi perhatian serius pemerintah dan menjadi pantauan dengan mengedepankan standar medis yang ada.

“Jadi memang, harus dilakukan upaya pemeriksaan. Kemudian dilakukan pendataan usai disemprot dan diperiksa suhunya. Rutinitas keseharian masyarakat kita awasi diperbatasan,” imbuh mantan Kasat Pol Pemprov Sultra era Nur Alam ini, seraya mengaku, penyemprotan akan dilakukan dua kali seminggu di posko perbatasan.

Sementara itu, untuk sekarang ini, Mubar masih dalam keadaan zona kuning penyebaran Covid-19. Itu terlihat dengan adanya data yang dibeberkan dari instansi kesehatan setempat.

Plt Kadis Kesehatan, LM Ishar Masiala pun membeberkan jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori pengawasan. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sejauh ini tercatat, 809 orang, ODP 32 orang.(Klick/m1/hdi/hum)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU