IKA UII Bangun Sinergitas Dengan Unsultra

34
DIRMA/ RAKYAT SULTRA
Penyerahan cendra mata oleh Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun (kiri) kepada Guru Besar Fakultas Hukum UII, Prof Jawahir Thontowi beberapa waktu lalu

 

KENDARI – Ikatan Alumni (IKA) UnUniversitas Islam Indonesia (UII) membangun sinergikan dengan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) guna menyelenggarakan kuliah umum Bertajuk “Model Pendidikan Hukum Inklusif di Indonesia Masa Depan”, menghadirkan Guru Besar Fakultas Hukum UII, Prof Jawahir Thontowi sebagai narasumber, yang membahas Undang-undang (UU) Omnibus Law.

Prof Jawahir Thontowi mengatakan, Omnibus Law merupakan program nasional yang membuat terobosan kebijakan yang menyederhanakan dan sekaligus menyeragamkan regulasi secara cepat. Sehingga mahasiswa di tuntut untuk pro aktif berpartisipasi secara maksimal untuk mengkritisi UU Omnibus Law tersebut.

“Pro dan kontra itu wajar, tapi penyampaiannya dengan cara-cara yang ilmiah. Kemudian diteruskan di rapat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sehingga membawa kepentingan masyarakat diatas kepentingan segalanya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof Andi Bahrun mengatakan, dirinya mengapresiasi dan berterima kasih kepada IKA UII yang sudah berkerjasama menyelenggarakan kuliah umum ini. Isu yang diangkat sangat menarik dan menjadi bahan diskusi di publik akhir-akhir ini, sehingga ini menjadi kesempatan mahasiswa S1 dan S2 Unsultra dalam memahami, menyuarakan secara akademik bahkan mempertanyakan terkait Omnibus Law.

“Semoga mahasiswa Unsultra dapat memberikan kontribusi. Sebagai rektor, mengapresiasi dan berterima kasih atas kuliah umum. Ini menjadi komitmen dan program Unsultra dalam peningkatan kualitas pembelajaran,” tuturnya.

Sementara itu, Salah satu alumni IKA UII, Abdul Rahman Saleh (ARS) menjelaskan, IKA UII sendiri selalu mengambil peran melakukan yakni kuliah umum,diskusi, lokakarya dan lainnya, dengan tema-tema yang sedang hangat diperbincangkan di masyarakat khususnya di kalangan akademisi. “Dengan begitu, mudah-mudahan terjalin sinergitas dan melahirkan kebutuhan intelektual bagi masyarakat,” ujarnya. (Cr5)