Kalapas Kendari : Kecil Kemungkinan Keterlibatan Lapas”

2

KENDARI – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Lembaga Pemasyarakatan (Laps) Kelas II A Kendari dan Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (24/2).

Massa aksi yang tergabung dalam Garda Muda Haluoleo (GMH) menilai Kepala Lapas Kelas II Kendari tak becus menangani peredaran narkoba jaringan Lapas. Bahkan, mereka meminta Kakanwil Kemenkumham memecat Kepala Lapas Kendari.

“Dalam aksi ini kami meminta Kementerian Hukum dan HAM memperketat pengawasan serta merekomendasikan pemecatan jika didapatkan oknum yang bermain atas kasus dugaan pengedalian peredaran narkoba dalam lapas agar generasi muda Sultra bebas dari ancaman narkoba,” ucap Koordinator Lapangan (Korlap) GMH Ahmad Zainul di depan Kantor Lapas Kelas II Kendari.

Lanjut Ahmad Zainul, aksi tersebut merupakan buntut dari banyaknya kurir dan pengedar narkoba jaringan lapas, yang ditangkap aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) beberapa bulan terakhir.

“Indikasi adanya dugaan pengendali narkoba di rumah tahanan, berpotensi kuat merusak fisikologi warga binaan lainnya, khususnya citra Kemenkumham,” ujarnya.

Zainul mengaku, aksi mereka beralasan. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya di Kota Kendari, sabu siap edar seberat 139,68 gram berhasil disikat jajaran Satuan Narkoba Polres Kendari, termasuk pemilik barang haram tersebut berinisial MH.

Katanya, tersangka MH ditangkap oleh anggota Sat Narkoba Polres Kendari setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Balanak Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat akan terjadi peredaran gelap narkoba.

“Dari Hasil penangkapan, polisi menemukan sejumlah barang bukti sabu empat paket yang berisikan sabu dengan berat 111,65 gram. Dari hasil introgaasi pelaku, dia mengatakan bahwa barang tersebut diperoleh dari seorang yang bernama EN yang saat ini berstatus narapidana di Lapas Perempuan Kelas III Kendari,” cetusnya.

Bahkan, di hari yang sama, lanjut dia, Sat Narkoba Polres Kendari berhasil menangkap JI (35) pengedar narkoba di Jalan Manunggal I Kelurahan Punggaloba, Kecamanatan Kendari Barat Kota Kendari. Dari hasil penangkapan ditemukan barang bukti 39 sachet sabu siap edar seberat 23,26 gram. Kedua pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda di wilayah Kota Kendari.

“Tak hanya sampai disitu pada 12 Februari 2020 Sat Narkoba juga menangkap pengedar narkoba jenis seberat 4.77 gram, pelaku berinisial AS. Jadi total narang bukti jenis sabu yang ditangkap dalam sehari berjumlah 139. 68 gram. Saat ini ketiga tersangka ditahan di Kantor Polres kendari untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif Ketiga pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tambahnya.

Sementara itu, Drs.Abdul Samad Dama, M,Si, Kalapas Kendari, mengatakan bahwa pengedar perempuan yang dimaksud itu bukan dari Lapas Kendari, tetapi dari Lapas Perempuan kelas III.

“Sangat kecil kalau ada keterlibatan di Lapas, mungkin beberapa bulan terakhir ada terinidikasi oknum, tetapi sudah di tahan. Kami dari petugas selalu komitmen. Bisa sampai pemecatan, tergantung regulasinya,” tutupnya melalui telepon selularnya. (p2/r6)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU