Gandeng Investor, Muna Ingin Jadi Pusat Perdagangan jagung Kualitas Ekspor

4

Beritaklick.com | RAHA – Pemerintah Kabupaten Muna di bawah kepemimpinan LM Rusman Emba dan H Abdul Malik Ditu benar-benar serius mengembangkan tanaman jagung khususnya tanaman jagung kuning di Kabupaten Muna.

Setelah berhasil memasarkan ratusan ribu ton ke luar Sultra, kini Pemkab Muna makin percaya diri untuk lebih meningkatkan produksi petani jagung kuning di Muna dengan menggandeng investor jagung, yakni PT Energi Komoditas Lintas Benua (EKLB)

Jumat (26/7) PT EKLB mulai melakukan sosialisasi di tingkat kabupaten yang diikuti seluruh stakeholder termasuk Balai Karantina Kabupaten Muna.

Kepla Dinas Pertanian, tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi menjelaskan, terobosan ini dilakukan untuk menjadikan Muna sebagai pusat perdagangan jagung kulaitas ekapor di wilayah Sulawesi Tenggara. “Apa yang menjadi visi PT EKLB sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh bapak Bupati Muna dimana grand desain kegiatan ini adalah menjadikan Muna sebagai pusat perdagangan jagung kualitas ekspor di wilayah Sultra,”kata Anwar.

Ia menyebut, langkah ini adalah terobosan luar biasa, yang ia yakini akan menjadi pemicu terjadinya ledakan kuantum dalam pengembangan jagung di Muna, sebab, perusahaan ini akan turun langsung melakukan pendampingan kepada petani ,mulai masa tanam hingga pada proses pasca panen dan pemasaran hasil. “Model investasinya menggunakan pola kemitraan dengan masyarakat dengan orientasi profit sekaligus ibadah, dimana masyarakat sebagai pemilik lahan dan pihak perusahaan yang akan melakukan pendampingan dan membeli hasil panen para petani”papar Anwar.

Sementara itu Lukman Hakim selaku yang mewakili PT EKLB menjelaskan, perusahaan akan melakukan pemetaan lahan petani yang akan masuk dalam kawasan pengembangan jagung PT EKLB.

Ia menerangkan, Petani-petani yang masuk dalam kawasan ini selanjutnya akan dilakukan pendampingan pertama selama enam bulan, dan jika dinilai baik maka akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan kontrak antata perusahaan dan petani.

“Petani yang maauk dalam kawasan ini kita lakukan pendampingan, bagimana pengolahan lahan yang baik dna benar, bagaimana pemupukannya dan proses pemeliharaan sampai pada pemanenan, sebab jagung yang akan kita hasilkan adalah jagung kuakitas eksport. Jadi model kemitraan yang kita lakukan ini dafi bule ke hilir,”jelasnya.

Mengenai harga beli jagung petani, PT EKLB mematok harga minimum Rp 6 ribu per kilogram dan maksimal Rp 8 per kilogram, sesuai dengan standar harga jagung di pasaran dunia. “Soal harga mengikuti mekanisme pasar, kami mematok harga minimal Rp 6 ribu. Jagung petani di luar kawasan PT EKLB kami tidak bisa beli, sebab kita membutuhkan jagung kualitas eksport,”ucapnya.

PT EKLB kata Lukman memiliki tujuh negara tujuan eksport, seperti Thailand, Jepang, Hongkong dan China. “Sekali eksport minimal 400 ton, jadi kita butuh jumlah jagung dalam jumlah besar,”ucapnya.

Untuk mendukung kelancaran rencana busnis ekspor jagung ini, Pemkab Muna menjalin kerjasama dan sinergitas dengan Balai Karantina Kabupaten Muna melalui pendantanganam MoU pada Jumat (26/7) kemarin. Kepala Seksi Tumbuhan Balai Karantina Kendari, Supriyanto,SP menyatakan, siap mendukung program ini melalui Sanitary and Phytosanitary (SPS) sebagai syarat agar komoditi pertanian dapat menembus pasar global (ekspor).

Balai Karantina kata Supriyanto, telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk memastikan komoditi pertanian tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi di negara tujuan ekspor. “Kami dari Balai Karantina telah menyiapkan sarana dan prasarana agar arus perdagangan komoditi pertanian dari Kabupaten Muna bisa berjalan lancar sampai ke negara tujuan,”pungkasnya. (sra/rs)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU