IUP Dikuasi Segelintir Orang, Rp 120 M Belum Dibayar ke Daerah

280

Beritaklick.com | KENDARI – Ternyata Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Sulawesi Tenggara hanya dikuasai oleh segelintir orang, bisa dibanyangkan kalau 12 IUP hanya dimiliki oleh satu orang itupun terkesan pasif, tidak pernah KTT dan RKAB serta tidak ada laporannya sama ekali.

Demikian diungkapkan Kabid Minerba ESDM Sultra, Yusmin pada konferensi pers, di Kantor ESDM Sultra, Senin (11/2/2019).

“Nanti saya berikan datanya secara lengkap sehingga kita tidak dikatakan bahwa ada monopoli yang terlalu berlebihan, sudah sepantasnya pihak terkait dan KPK turun ke Sulawesi Tenggara,“ harapnya.

Lanjut Yusmin, tercatat Januari hingga Februari 2019 ini, sudah 140 kapal yang keluar tanpa persetujuan dari RKB dan itu dilakukan syahbandar setempat untuk melapas kapal itu , dan kapal- kapal itu bertolak dari wilayah Kabupaten Konawe Utara dan Konawe Selatan .

“Perusahaan-perusahaan tersebut juga belum ada persetujuan Surat Keterangan Verifikasi (SKV) dan tidak melalui verifikasi di ESDM. Sebetulnya siapa yang salah, ESDM selalu dipersalahkan seolah -olah kita yang melepasnya, tetapi yang melepas kapal itu adalah syahbandar di sana,” jelasnya.

“Saya tadi malam (kemarin, red) sampaikan kepada sejumlah syahbandar, hati -hati karena anda bisa dipidana dan saya akan laporkan ke kepolisian dan KPK karena anda melepaskan kapal yang barangnya tidak jelas asal usulnya dari mana , dan saya pastikan semua yang mengirim ini adalah IUP-IUP yang bermasalah “ ancamnya

Menurut Yasmin, utang yang harus dibayar ke daerah oleh pemilik IUP hingga hari ini tercatat Rp 260 miliar, itu harus ditagih dan sampai saat ini belum terbayar. (p9/idu)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar