Bawaslu Konsel Duga Pengobatan Gratis Nirna Berbau Kampanye

206

Foto : Awaluddin AK, S.Hi

Beritaklick.com | ANDOOLO – Badan Pengawas Pemilu Konawe Selatan (Bawaslu Konsel) menduga adanya pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Nirna Lachmudin sebagai Calon Anggota DPR-RI dari Partai PDIP.

Hal tersebut diendus oleh Bawaslu Konsel dalam kegiatan pengobatan gratis yang dilakukan Nirna Lachmudin di Desa Lamoen Kecamatan Angata Kabupaten Konsel, 2 Februari lalu. Bawaslu Konsel menduga kegiatan pengobatan gratis itu berbau kampanye.

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Konsel, Awaluddin AK SH.i saat dikonfirmasi sejumlah awak media di Konsel mengatakan kegiatan Nirna Lachmudin 2 Februari terjadj di Kecamatan Angata tepatnya di Desa Lamoen dilakukan pengobatan gratis.

Kegiatan tersebut, lanjut Awaluddin, sudah terkonfirmasi. Berkaitan dugaan itu, kata dia, pihaknya telah menyampaikan kepada Panwascam Angata dan penyelenggara kegiatan agar kegiatan di cegah agar tidak terjadi dugaan pelanggaran.

“Berkaitan pengobatan gratis itu, yang pertama pengobatan gratis tidak disebutkan dalam kegiatan lainnya baik yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 dan PKPU Nomor 23 tahun 2018. Khususnya di pasal 51 ayat 2 huruf E,” terang Awal sapaan akrabnya.

Karena tidak ada pengobatan gratis disebutkan secara tertulis, lanjutnya, dan juga ditegaskan melalui Perbawaslu Nomor 28 tahun 2018 yang diluar dari kegiatan metode kampanye, tatap muka, terbatas penyebaran bahan kampanye alat peraga kampanye dan kegiatan lain.

Kegiatan lain dimaksud terang dia, meliputi kebudayaan, olahraga dan sosial. “Sedangkan dalam kegiatan sosial hanya meliputi bazar, donor darah dan hari ulang tahun. Tidak disebutkan pengabotan gratis. Ditegaskan di perbawaslu bahwa selain kegiatan yang disebutkan dalam kegiatan lainnya merupakan pelanggaran kampanye,” terangnya.

Indikasi tersebut pihaknya menduga terjadi pelanggaran tindak pidana pemilu yang terdapat dalam Pasal 523 ayat 1 Junto Pasal 280 ayat 1 huruf j berkaitan dengan dilarang menjanjikan dan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta pemilu.

“Nah kegiatan tersebut adalah kegiatan pengobatan gratis yang diduga dilakukan atau disampaikan dan atau diberikan materi lainnya seperti obat-obatan. Kemudian karena terdapat dugaan peristiwa hukum dengan dilaksanakannya kampanye. Kenapa, karena terdapat spanduk terpampang di tempat kegiatan, ada foto caleg atas nama Nirna Lachmudin dan nomor urut. Juga terpampang nomor dan gambar partai politik. Sehingga, berkaitan dengan itu termaksud ada pencitraan diri sebagaimana dalam diatur dalam pasal 1 angka 35 Undang-Undang No 7 tahun 2017,” bebernya.

Dikatakannya, berdasarkan laporan dan dugaan Kampanye kegiatan yang dilaksanakan peserta pemilu sebagaimana untuk meyakinkan peserta pemilu untuk menawarkan visi misi dan atau citra diri.

“Yakni peserta pemilu dan logo partai. Dan yang bersangkutan (Nirna Lachmudin) diberi kesempatan sebagai caleg untuk berbicara menyampaikan visi misi jika terpilih,” katanya.

Sayangnya, Nirna Lachmuddin belum berhasil dikonfirmasi wartawan beritaklick.com. (P9/idu)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar