PT Bososi Pratama Bantah Tudingan Perusahaan Tambang Ilegal

444

Foto: Pertemuan pihak PT Bososi Pratama dengan sejumlah mahasiswa Sultra dan utusan dari berbagai media di Warung Kopi Kita Kendari, Selasa (21/1/2019). Foto: ikhsan

Beritaklick.com | KENDARI – PT Bososi Pratama yang bergerak di bidang pertambangan nikel Sultra angkat bicara terkait tudingan tambang nikel ilegal mining yang beraktivitas di Desa Langgikima, Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Pihak management perusahan PT Bososi Pratama membantah secara tegas atas tudingan pertambangan nikel ilegal yang telah disuarakan massa aksi melalui unjuk rasa dari bebagai lembaga dan mahasiswa Sultra, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama (Dirut) PT Bososi Pratama, Andi Uci Abdul Hakim yang diwakili pihak management La Ode Riago, menyampaikan perusahaannya telah mengkantongi legalitas yang sah dari pemerintah, CnC (Clear and Clean) dan IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan).

PT Bososi Pratama adalah salah satunya perusahaan di Konut yang punya izin pelabuhan khusus (Pelkhus). Semua legalitas telah kami lengkapi sebagai syarat utama dalam melaksanakan aktivitas pertambangan bijih nikel.

Demikian diungkapkan La Ode Riago saat menggelar program diskusi dan membangun networking dengan mahasiswa Sultra dan berbagai utusan media di Warung Kopi Kita Kendari, Senin malam (21/1/2019).

Adapun mengenai proses pemberhentian sementara dalam aktivitas pertambangan oleh perusahaan PT Bososi Pratama, tambah La Ode Riago adalah karena adanya kecelakaan kerja secara murni di lokasi tambang tersebut.

“Pihaknya perusahaan telah melaksanakan tanggung jawab kepada pihak korban berupa pemberian santunan sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya.

PT Bososi Pratama diberhentikan sementara oleh Dinas ESDM Sultra karena murni kecelakan kerja bukan karena persoalan administrasi dan lain sebagainya.

Olehnya itu perusahaan PT. Bososi Pratama telah mengajukan pencabutan pemberhentian aktkvitas penambangan kepada Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Sultra, sejak tanggal 2 Desember 2018 lalu untuk memulai kembali aktivitas penambangan.,

“PT Bososi Pratama taat pajak dan sama sekali tidak pernah melakukan penunggakan kepada negara baik itu pusat , provinsi, maupun kabupaten. Silahkan dicek di kantor perpajakan,” pinta La Ode Riago. (p9/idu)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar