PNM Kembangkan Sinergitas Bisnis bagi UMKM

341

Foto : Pemimpin Cabang PT PNM Kendari, Sugiarto membawakan sambutan saat pembukaan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Klasterisasi Aneka Macam Usaha

Beritaklick.com | KENDARI – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Cabang Kendari terus berupaya untuk mengembangkan sinergitas bisnis bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). PNM menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) bagi mitra binaannya yang dilakukan di Swiss-Belhotel Kendari, Senin (28/1).

Pemimpin Cabang PT PNM Kendari, Sugiarto dalam sambutannya mengatakan, Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) klasterisasi aneka macam usaha dengan mendorong sinergitas bisnis bagi pelaku UMKM. Pihaknya menghadirkan peserta dari nasabah binaan PT PNM Persero Cabang Kendari, mitra binaan Unit Layanan Modal Mikro (UL@MM) dan Mekaar se- Kota Kendari.

“Jadi, kegiatan peningkatan kapasitas usaha ini sangat rutin kami lakukan. Dimana yang hadir kali ini yakni nasabah kami dari nasabah binaan PT PNM Kendari, mitra binaan Unit Layanan Modal Mikro (UL@MM) dan Mekaar se- Kota Kendari,” ungkap Sugiarto di Swiss Belhotel Kendari, Senin (28/1).

Dia menuturkan, adapun tujuan kegiatan ini, para mitra binaan dikumpulkan kemudian bisa bersinergi untuk mengembangkan usahanya. Supaya para pelaku UMKM ini juga lebih terbangun komunikasinya untuk pengembangan bisnis.

“Sehingga kedepan terbangun kerjasama diantara pelaku UMKM ini, yang nanti turut berperan dalam pengembangan bisnis untuk kesejahteraan pelaku UMKM,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, pengembangan kapasitas ini jugar diharapkan modal yang telah diberikan bisa tetap guna. Dimana setelah kegiatan ini, pihaknya terus melakukan pendampingan dalam pengembangan bisnis UMKM.

“Kedepan memang kita terus melakukan pendampingan-pendampingan untuk pengembangan usaha mitra binaan dan Mekaar se- Kota Kendari,” ucapnya.

Dia menambahkan, permodalan yang akan diberikan nantinya itu, bisa dari pelaku usaha yang baru mau mulai usahanya dan juga sudah memiliki usaha. Persyaratannya juga sangat mudah yakni wanita, bukan karyawan, memiliki kelompok usaha sebanyak 10 hingga 30 orang. Dan untuk plafon di awal itu, maksimal diberikan Rp 2 juta.

“Jika sudah mulai berkembang usahanya maka bisa ditambahkan lagi modalnya. Dimana jika sudah berkembang, kami bisa biayai hingga Rp 1 miliar per kelompok UMKM. Jadi, yang dihadirkan ini kita akan klasterisasi agar terbangun komunikasi yang intens untuk pengembangan bisnis,” tutupnya. (p9/ian)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar