Pasokan Ikan dan Sayur Membaik Dorong Deflasi Sultra

413

Foto : Ilustrasi

Beritaklick.com | KENDARI – Pada Agustus 2018, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan deflasi sebesar 1,62%. Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,81%.

Deflasi terutama disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan khususnya ikan segar dan sayur-sayuran serta penurunan tarif angkutan udara. Meski begitu, masih terdapat bahan makanan yang mengalami peningkatan harga yaitu beras, tomat buah, tomat sayur dan cabai rawit. Secara spasial, Kota Kendari dan Kota Baubau mencatatkan deflasi masing-masing sebesar 1,29% (mtm) dan 2,49% (mtm).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Minot Purwahono melalui keterangan resminya, Selasa (4/9) mengatakan, berdasarkan disagregasi komponen inflasinya, deflasi yang terjadi didorong oleh penurunan tekanan harga pada semua kelompok yaitu volatile food, administered price dan inflasi inti. Semakin kondusifnya cuaca di wilayah Sultra mendorong penurunan tekanan harga pada kelompok komoditas bahan makanan bergejolak khususnya kelompok ikan segar dan sayur-sayuran.

“Komoditas ikan segar yang tercatat mengalami penurunan harga diantaranya adalah ikan cakalang, kembung, layang dan ekor kuning yang masing-masing mencatatkan deflasi sebesar 20,23% (mtm), 18,10% (mtm), 0,15% (mtm) dan 0,06% (mtm),” ujarnya.

Kemudian, komoditas sayur-sayuran yang mengalami deflasi adalah kangkung, bayam, sawi hijau dan kacang pajang masing-masing sebesar 25,76% (mtm), 15,00% (mtm), 32,75% (mtm) dan 7,41% (mtm).

Deflasi yang lebih besar pada kelompok volatile food tertahan oleh inflasi pada komoditas tomat buah, tomat sayur, cabai rawit, daging ayam ras dan beras.

Dia bilang, secara umum, upaya pengendalian inflasi terus dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra yang senantiasa meningkatkan koordinasi dalam rangka mendorong terwujudnya kerjasama antar daerah di Sultra terutama setelah mendapatkan arahan Presiden RI dalam forum Rapat Koordinasi Nasional TPID ke IX.

“Peningkatan infrastruktur penghubung antar daerah dan pembangunan pasar pengumpul di daerah akan terus dilakukan dalam upaya mengurangi biaya transportasi dalam kegiatan perdagangan antar daerah,” pungkasnya. (p9/b/aji/rs)

Baca Juga !
Tinggalkan komentar