Kejati Dalami Dugaan Korupsi RS Pendidikan UHO

4

Foto: Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

BERITAKLICK.COM | KENDARI – Meskipun hingga saat ini pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Universitas Haluoleo (UHO) belum rampung, namun terlalu dini dililit masalah terkait penyelesaian pembangunan rumah sakit tersebut.

Tak pelak, hasil penyelidikan Kejati Sultra beberapa waktu lalu telah menetapkan dua tersangka. Meski begitu, Kejati Sultra terus mandalami masalah adanya keterlibatan personal lain. Pihak Kejati tidak pernah menutup kemungkinan untuk perkembangan kasus.

“Kami masih akan melakukan penyidikan lanjutan. Bisa saja nanti ada tambahan tersangka dalam kasus ini,” ujar Janes Mamangkey, Penerangan Hukum, Kejati Sultra, Jumat kemarin (03/08/2018).

Pembangunan RS Pendidikan UHO dibiayai melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN-P) tahun 2015 yaitu Rp326.500.000.000.

Dari situs resmi uho.co.id disebutkan, pemenang lelang proyek PT Syafitri Perdana Konsultan. Perusahan ini bersaing dengan tiga belas peserta lain. Alhasil, PT Syafitri Perdana Konsultan menang dengan harga penawaran Rp325.462.000.000.

“Meski Kejati Sultra telah menetapkan dua tersangka, tapi hingga saat ini belum ada yang ditahan,” jelas Janes sambil menambahkan bahwa secara hukum pihak Kejati punya alasan.

Sementara dari UHO Kendari, masih belum ada tanggapan. Saat wartawan menemui Laode Abdul Hamdan Hakim, Kabag Humas UHO, di ruangannya, ia mengaku tidak berani berkomentar.

Oleh Hamdan, kemudian wartawan diarahkan menemui Wakil Rektor II. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. Stafnya bilang, beliau sedang ke luar kota untuk urusan kantor.

Dugaan korupsi RS Pendidikan UHO ini menelan kerugian negara sebesar Rp14 muliar. Penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 20 orang selanjutnya menetapkan tersangka berinisial ERW (seorang kontraktor) dan SW (seorang birokrasi UHO). (p4/idu).

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU