Ini Komunitas yang Akan Menjaga Jalan

184

EFENDY/Rakyat Sultra – Kabid Bina Marga Dinas SDA dan Bina Marga Sultra Rundu Beli M.Eng saat memaparkan gagasan komunitas masyatakat peduli jalan.

BERITAKLICK.COM |KENDARI – Pemerintah Provinsi Sultra terus melakukan upaya-upaya melahirkan inovasi baru dalam rangka menunjang kerja-kerja pemerintahan daerah. Setelah, diluncurkannya E-Coordinating Tender yang diinisiasi Biro Pengadaan Barang Jasa Setprov Sultra.

Kali ini, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga menyusun gagasan untuk membentuk komunitas peduli jalan. Gagasan tersebut sementara dijuluki SiPenjaga (Sistem Pengawasan, Pemeliharaan Jalan Provinsi Sulawesi Tenggara).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDA dan Bina Marga Sultra Rundu Beli ST, M.Eng menginisiasi gagasan tersebut. Bukan tanpa alasan, namun dia melihat banyak persoalan jalan yang belum mampu tertangani menggunakan anggaran daerah.

Dia mengungkap dari total panjang jalan di Sultra khususnya jalan provinsi 1009,28 kilometer, hanya mampu tertangani 302,78 km setiap tahunnya dengan mengahbiskan total anggaran Rp 200 miliar.

“Makanya butuh cara atau inovasi gagasan yang bisa mendukung dan membantu pemerintah dalam rangka menyelesaikan persoalan jalan,” ujarnya, saat coffe break dengan rekan media, Rabu (1/8).

Keterlibatan masyarakat dalam hal pembangunan maupun pemeliharaan jalan sangat strategis karena jangkauan informasi dijamin lebih luas dan cepat. Olehnya itu dengan komunitas masyarakat peduli jalan itu, stake holders terkait sangat terbantu dalam melakukan penanganan jalan maupun jembatan.

“Mereka bukan untuk membangun konstruksi jalan dan jembatan yang rusak tetapi melaporkan dan memberikan informasi jalan longsor atau jembatan rusak sudah membantu pemerintah dan masyarakat lainnya,” kata Rundu.

Komunitas masyarakat peduli jalan dapat menumbuhkan dan memotivasi keterlibatan pihak lain, yakni badan usaha, investor maupun pengusaha untuk menyisihkan sebagian dana sosialnya untuk perawatan jalan.

“Konsep masyarakat peduli jalan akan diuji coba pada dua wilayah yakni di Kota Kendari dan Kabupaten Kolaka Timur. Tahap selanjutnya untuk lima kabupaten/kota hingga seluruh wilayah Sultra,” pungkas Rundu. (efn/ian).

Baca Juga !
Tinggalkan komentar