Hari Ini, Kloter 21 & 22 Sultra Bertolak ke Jeddah

5

Foto: Sejumlah JCH Sultra yang sudah berada di Makassar mempersiapkan diri masing-masing sebelum diterbangkan ke Jeddah, Arab Saudi.

BERITAKLICK.COM | KENDARI – Dua kelompok terbang (kloter) jemaah calon haji (JCH) masing-masing kloter 21 dan kloter 22 dipastikan bertolak ke Jeddah Arab Saudi, Sabtu hari ini (04/08/2018). Kloter 21 berangkat ke Tanah Suci pada pukul 01.30 Wita, sementara kloter 22 terbang pukul 22.45 Wita.

Jemaah di kloter 21 berasal dari Kendari, Bombana, Konut, Koltim, Buton Selatan, dan Buton Tengah. Adapun kloter 22 diisi jemaah asal Konawe, Konsel Buton Utara, Muna Barat, Baubau dan Buton.

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jemaah kloter 21 yang berjumlah 455 orang diterima oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar di Masjid Quba Asrama Haji Sudiang, Jumat kemarin (03/08/2018) pagi.

Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh yang menyerahkan jemaah kloter 21 berpesan ke JCH agar selalu menjaga kesehatan serta nama baik Provinsi Sultra. “Jaga nama baik daerah kita, karena anda akan bergabung dengan jutaan manusia di Tanah Suci,” pesannya ke jemaah pada acara penyerahan JCH dari PPIH Sultra ke PPIH Embarkasi Makassar.

Dia berharap para JCH Sultra membulatkan tekad untuk menjalankan ibadah haji agar pulang dengan sehat dan menjadi haji mabrur.

“Jangan pernah takut dalam beribadah haji karena kita adalah tamu Allah. Oleh karena Ibadah ini membutuhkan tenaga, dan kesehatan yang baik, maka dengan ini kami harapkan ketika sudah berangkat, bulatkan niat kita untuk menjadi haji yang mabrur. Apa yang disampaikan saat manasik, itulah pedoman anda semua selama berhaji,” katanya.

Acara penerimaan JCH Sultra di Embarkasi Haji Makassar ini ditandai dengan penyerahan manifes oleh Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh kepada Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono.

Kaswad Sartono menyampaikan bahwa jemaah kloter 21 akan mendapatkan banyak bekal di antaranya pembagian dokumen, tes kesehatan, pemeriksaan biometrik serta tambahan manasik haji. “Pemeriksaan biometrik ini pertama kali di Indonesia. Ini memudahkan jemaah karena saat sampai di Arab Saudi tidak perlu lagi ada pemeriksaan foto dan sidik jari,” katanya.

Kaswad Sartono menyampaikan mekanisme dari perekaman biometrik kepada semua JCH akan memakan waktu empat menit untuk masing-masing JCH. “Setiap calon haji akan menjalani pindai mata, wajah serta sidik jari,” jelasnya.

Tujuan lain dari perekaman Biometrik, imbuh Kaswad, mempersingkat waktu tunggu JCH saat berada di Bandar Udara Internasional King Abdul Azis, Arab Saudi. “Jadi setibanya mereka di sana sisa menstempel paspor yang mereka miliki,” terangnya (sep/aji).

Komentar Facebook

BERITA TERBARU

BERITA TERBARU